Musik Gamad yang Tetap Dicinta

PadangKini.com | Senin, 28/4/2008, 21:09 WIB
PADANG–Suara saksofon yang mengalun di atas suara gendang yang ditabuh serasa membelah malam. Ditingkahi dengan lagu ‘Rosmani’ yang dibawa dengan riang oleh seorang biduanita dengan suaranya yang tinggi mendayu, membuat siapa pun yang mendengar ingin ikut berjoget dan berdendang. Itulah suasana salah pertunjukan musik Gamad di Padang.

Gamad adalah kesenian musik khas Padang dari pengaruh musik Portugis. Ini dapat dilihat dari alat-alat musik khas Portugis (Eropa) yang dipakai seperti biola, akordion, saksofon, terompet, dan gendang rampak. Hanya saja lagunya sudah khas Padang dengan
syair-syair yang penuh ratap dan beriba hati, meski terkadang dinyanyikan dengan lenggang-lenggok.

“Orang-orang Portugis suka berpesta dengan bernyanyi diiringi grup musik di atas kapal, saat itulah orang Minang dan Nias ikut serta, kemampuan menguasai alat musik dan bernyanyi ini kemudian mereka bawa ke darat sebagai cikal bakal gamad,” kata Taswir Zubir, Ketua Hikagapa (Himpunan Keluarga Gamad Padang).
Oleh seniman Gamad permainan musik ala Portugis disesuaikan dengan kondisi lokal, termasuk syair-syair berbahasa Minang, membuat gamad mempunyai ciri khasnya sendiri.

Kini musik gamad mulai terancam hilang karena tidak banyak lagi yang bisa memainkan musik gamad. Bahkan kini tidak ada lagi yang bisa memainkan terompet untuk musik Gamad karena orangnya sudah meninggal beberapa tahun lalu.
“Yang bisa memainkan saksofon dan akordeon saja kini saya perkirakan tinggal dua orang,” kata Taswir mengaku lebih menguasai biola.
Karena tak ingin musik Gamad benar-benar punah,13 tahun lalu para pencinta musik Gamad membuat komunitas yang bernama Hikagapa. Anggotanya adalah keluarga besar pencinta musik gamad mulai yang hanya bisa menikmati saja hingga pemusik dan penyanyi Gamad dengan jumlah hampir 100 orang.

Saat ini ada 10 grup gamad di Padang. Grup-grup ini juga sering diundang para perantau Minang ke Jakarta atau daerah lain untuk mengisi acara pesta perkawainan. Namun, sebagian besar pemusik dan penyanyi ini hanya menjadikan gamad sebagai hobi dan mereka memiliki pekerjaan lain untuk menghidupi diri.
Musik Gamad yang Pluralis

Musik Gamad dalam sejarahnya adalah musik yang menampung berbagai etnis yang ada di Kota Padang. Pada mulanya gamad tak hanya dimainkan oleh orang Minang dan Nias, tetapi juga orang India yang tinggal di Padang. Kemahiran orang India memainkan gendang membuat mereka ikut ambil bagian dalam grup gamad. Penyesuaian permainan musik ala Portugis dengan kondisi lokal, termasuk syair-syair berbahasa Minang, membuat gamad mempunyai ciri khasnya sendiri.

Para pemusik, penyanyi, dan penggemar gamad dari berbagai etnis seperti Minang, Nias, dan India yang juga berlatar belakang agama yang berbeda (sebagian besar orang Minang dan India beragama Islam, sedangkan Nias beragama Protestan), membuat musik ini penuh nuansa pluralisme.
Hingga kini orang Nias tetap mengambil peran sebagai pemusik, penyanyi, maupun penonton setia Gamad di Padang.
Taswir Zubir masih punya mimpi membuat festival lomba lagu Gamad untuk menemukan bibit penyanyi gamad baru yang cantik dan lincah mendendangkan cengkok nada-nada tinggi lagu Gamad. (yanti

~ by Is Sikumbang on May 2, 2008.

4 Responses to “Musik Gamad yang Tetap Dicinta”

  1. saya paling suka sama musik gamad khusus untk musik gamad yang ceria dan bersemangat

    http://sutanmudo.co.cc

  2. saya juga paling suka musik gamad… ….

    • Saya sangat suka menyanyikan lagu gamad….dan juga sering mengikuti pementasan gamad serta festival lagu gamad

  3. Saya sngat suka lagu gamad yang langgam dan joget….asyiiiik banget…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: