Andok

Oleh : Yusrizal KW/Padang Ekspres

Kata andok atau ondok, bagi orang Minang, memiliki arti endap, sembunyi, simpan. Atau, mengelak dari pandangan atau penglihatan orang agar tak tampak. Dia berangkat maandok-andok (mengendap-endap), agar tak tampak oleh yang lainnya. Tapi, tanpa sadar dia bagaikan maandok di balik ilalang sehelai. Artinya, sia-sia saja sembunyi, orang melihat dia. Cuma orang maandokan pandangan, pura-pura tak melihat dia pergi maandok-andok.

Bermain dan berkilah di balik atau dengan (kata) “andok”, kita bisa melahirkan ungkapan-ungkapan yang kesannya main-main, tapi ada arti dan makna yang bisa direnungkan. Maandokan kuku, betapa ungkapan itu, memberi arti kepada seseorang yang tak ingin pamer kekuatan, ingin tampak biasa-biasa saja. Maandokkan muko, ungkapan ini, bisa saja kita artikan, orang yang tak mampu menatap orang lain, karena suatu perbuatan yang memalukan di masa lalu. Walau, sedalam-dalamnya dia maandokan muko, orang tetap tahu.

Karena itu, orang demikian, punya ungkapan sendiri: Kama muko kadiandokkan, arang alah tacoreang di kaniang (kemana muka akan disembunyikan, arang sudah tercoreng di kening). Tentu, kalau kita buat ungkapan, begini misalnya: suko maandokkan muko (suka menyembunyikan wajah), artinya lebih mengarah kepada dia seorang pemalu. Suka memerah mukanya kalau ditatap orang di depannya.

Ketika andok menjadi maandokkan, maka ia memiliki makna “menyembunyikan”. Ada sesuatu yang ingin “dihilangkan” dari pandangan, dijauhkan dari banyak mata manusia. Kalau anak kita baru saja diberi kue dua potong, tahu-tahu datang kakaknya, dia maandokkan kue satunya lagi di balik baju, itu artinya agar kue tak diminta sang kakak karena tak tampak.

Begitu juga, ketika ada proyek, kita maandok-andok sama pimpinan proyek, maandok-andok deal, segini persen untuk situ, segini persen untuk sini. Main PL alias penunjukkan langsung saja. Jangan sampai ada orang lain tahu, nanti rebut. Lebih celaka lagi, kalau ketahuan wartawan. Tapi, kadang wartawan maandok-andok, juga bisa kecipratan “andok-andok” proyek tarandok.

Hidup bagi sebagain orang kadang memerlukan andok. Ada yang boleh terlihat orang lain. Ada pula yang tidak. Ada yang harus menyembunyikan diri dan tujuan, ada pula yang tidak. Ada yang suka diketahui banyak orang apa yang dikerjakannya, sehingga sedikit-sedikit minta keluar koran, sedikit-sedikit ingin disebut orang. Ada pula yang suka maandok, tak merasa nyaman ketika dirinya disiarkan, dipublikasikan sekalipun itu kebaikan.

Ada yang bilang andokanlah tangan kiri ketika tangan kanan memberi. Tapi, yang banyak, tangan kiri selalu ingin tahu apa yang dilakukan tangan kanan. Karena itu, ketika kita bicara keiklasan, berbusa-busa, tapi di ruang lain, kita memberi dengan harapan dilihat orang. Kalau tak ada yang tahu, kita beri tahu. Kalau bisa undang wartawan. Minta dibesarkan foto waktu penyerahan sumbangan, karena sebagaimana bahasa kita, yakni jangan diandokkan perbuatan baik, agar orang lain terinspirasi.

Banyak tempat sembunyi. Wilayah-wilayah “maandokkan diri”, tersedia banyak, sebagaimana juga jalan dan kemungkinan untuk mencari dan mendapatkannya. Ada yang bersembunyi di balik alasan. Orang ini akan memberi penjelasan yang tak perlu dijelaskan ketika dia ketahuan melakukan sesuatu yang katanya dulu tidak baik. Ada pula orang yang bersembunyi di balik diam, ketika ditanya tentang sesuatu padanya. Ada pula yang bersembunyi di balik geleng, walau dalam hatinya tersimpan angguk.

Tempat maandok, menyembunyikan atau mengendapkan sesuatu luas tak berhingga. Mulai dari rumah, hotel, hutan rimba, sampai ke dalam hati dan pikiran seseorang, bahkan kegelapan pun merupakan tempat penyembunyian yang menawarkan banyak kemungkinan.***

~ by Is Sikumbang on July 28, 2008.

2 Responses to “Andok”

  1. ndeh awak pertamax mah…
    salam kenal, awak penggemar kolom rasa kata Pak Yusrizal ko, yang di koran tu…
    selamat menggali kata2 yg lebih unik lagi !

  2. Dek ambo pengemar pulo, nak bisa dibaco pulo dek urang banyak, dan kato lamo makin lestari, mako ambo upload di blog ambo ko.
    Salut ka sanak YKW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: