GALICIAK

Oleh : Yusrizal KW
Bahasa Indonesianya gelicik. Orang awak, kerap menyebut “galiciak” atau manggaliciak. Artinya sama dengan elak, hindar, menjauh dan sejenisnya. Kalau tergelicik, sama dengan terhindar, manggaliciak sama dengan menghindar dari bahaya yang mengancam. Bisa begitu kurang lebih artinya.
Tapi, kecenderungan arti atau makna kata ini, di ranah Minang, relatif agak negatif. Apalagi di kata “galiciak” terasa padu padan kata (suku kata) berkonatsi negatif, gali dan licik, yang keduanya merupakan perilaku buruk. Gali sama dengan curang dan licik merupakan perbuatan hina, menikam dari belakang, menggunting dalam lipatan.
Panggaliciak, bagi urang awak, hal yang harus dihindari. Ini orang, suka meninggalkan barisan ketika nampak kepentingan lain. Yang dipikirkannya, dimana dia akan merasa enak dan nyaman, tak penting apakah caranya itu benar. Tak peduli ada orang yang terlangkahi. Orangnya suka “emangnya gue pikiran” ketika dirinya selamat atau bebas dari tanggungjawab.
Manggaliciak, merupakan perbuatan hina, kalau konteksnya lepas dari tanggungjawab. Kurang lebih sama dengan pengkhianat. Perbuatan “galiciak” lazim kita temukan di lingkungan keseharian kita. Contoh kecil mungkin saban waktu bisa kita temui. Dalam kegiatan gotong royong. Waktu berkumpul untuk memetakan lokasi mana yang harus dikerjakan, kita berada di barisan paling depan. Paling dulu mengatakan siap. Pas gotong royong dimulai, kita diam-diam menepi, tahu-tahu orang menyadari bahwa kita tak ada lagi ketika gotong royong ditutup.
Manggaliciak itu bisa juga seperti ini. Waktu kita susah, kepepet, baik sama orang yang kita kira bisa membantu kita untuk kepenatan sesaat. Kita selalu menyanjung orang yang membantu kita. Bahkan sekeluarga kita menyanjungnya. Tetapi, ketika kita melihat peluang lain yang lebih baik, kita pamitan tanpa senyum. Di luar berkata, orang yang membantu dan kita sanjung sebelumnya, dinilai suka menekan walau sesungguhnya sikap kita yang menekan, dan menganggap bantuan yang pernah diberi tak pernah ada. Karena bantuan yang baru, lebih besar dan bergengsi, sehingga melupakan setiap kebaikan kecil yang pernah diberikan orang kepada kita.
Manggaliciak itu, boleh juga begini, kita yang salah, cepat-cepat mencari salah orang, sehingga orang lain dianggap salah, kita melenggang di atas kesalahan kita yang dipaksa ditutup dengan memunculkan kesalahan orang lain. Orang panggaliciak memang suka main aman, meningkatkan citra dirinya pun dengan cara manggaliciak. Kata “galiciak” yang artinya menghindar, menjauh atau mengelak, tentu dalam konteks perilaku negatif kita bisa memaknainya selalu menghindari diri dari anggapan salah, curang, licik dan senantiasa ingin bebas dan tak bertanggungjawab terhadap sesuatu yang barangkali buruk secara sosial, walau kita berperan dalam menciptakan hal negatif itu terjadi.
Orang panggaliciak, selalu ingin cari aman dan mainnya dengan cara “gali” dan “licik”. Kalau ada aturan mesti melalui prosedur, naik tangga itu mesti dari bawah, antre itu mesti tertib, dia tak berlaku itu. Kalau bisa “melipat” kesempatan orang lain, mengelakkan orang dari nasib baik asal kita bernasib baik, kenapa tidak. Yang sering kita rasakan, orang suka manggaliciak ini adalah, kita kira dia bersama kita, tahu-tahu dia sudah tak bersama kita.
Kita kira dia akan sama-sama dengan kita mengambil beban berat sebagai tanggungjawab, ternyata tidak. Kita anggap dia akan sehidup semati berjuang dengan kita, ternyata di tengah perjuangan kita tak menemukan dia. Ketika kita tanya, kok manggaliciak? Dengan tanpa gaya panggaliciak, dia mencari kambing hitam, “Bukan manggaliciak. Si Anu yang mengajak saya, padahal saya akan tetap bersama….” Selalu menghindar, mengelak, asal ia jaya.***

~ by Is Sikumbang on October 21, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: